Perjalanan Fongers HD 55 #2345-89
Posted by runaway on 04/06/2009
Ada pasar kecil dekat rumah saya di Yogya. Sebuah pasar jawa yang hanya ramai 5 hari sekali. Jualannya ya kebutuhan lokal setempat. Nah di tanah lapang sekitar situ berjejer pula sepeda-sepeda tua dijajakan. Sedikit saja, tak lebih dari 2o sepeda. Sepeda yang dijual sangat umum, biasanya Raleigh, lalu Humber, menyusul Gazelle, dan merk-merk lain. Paling sering ya merk Raleigh itu.
Satu kesempatan sembari mengayuh Batavus sekilas saya melihat sepeda dames yang sudah habis catnya diantara oma dan opa lainnya. Terlihat lusuh dan kentara dirakit campuran sana sini. Setelah diamati ternyata Fongers dengan tipe HD-55, yang masuk sebagai kelas terendah dalam keluarga Fongers. Ketika saya periksa nomer framenya terlihat angka 2345-89. Berdasar sistematika penomoran di situs Fongers maka sepeda ini diproduksi tahun 1923! Lebih dari 80 tahun. Ini benar-benar Oma Fiet alias mbah wedoknya pit.


Singkat kata Batavus #124,852 yang baru beberapa hari selesai dirakit saya tukar tambah Rp 200,000 dengan Fongers lusuh itu. Secara teknis tidak ada yg menarik dari sepedanya. Semua sudah diganti habis-habisan agar sekedar jalan. Ban, velg, setang, spatbor, as coaster hub, jelas semua dari jaman lebih muda. Hanya porok, rangka, gir, dan spatbor yang saya yakini asli Fongers–meski dari jaman yang berbeda-beda.
Setelah puas putar keliling desa siangnya sepeda saya belokkan ke tukang reparasi pojok pasar untuk dibongkar habis. Saya berencana untuk mengecat ulang dan mendandaninya lebih rapi. Bukan mengembalikan ke 100% ujud aslinya tapi sekedar nyaman dan elok ketika ditunggangi.
Sembari menunggu eksekusi sepeda saya jadi tergelitik untuk mengetahui sejarah sepeda ini. Konon, sepeda Fongers dan produk lainnya dari Belanda memiliki data base yang rapi, mencatat semua transaksi dan hal-hal lain yang berkaitan.
Satu satunya cara untuk mengetahui seluk beluk Fongers adalah masuk ke Fongers.net yang digawangi oleh pak Jos Rietveld. Berkat jasa baik beliau akhirnya diperoleh informasi yang mengejutkan: sepeda dengan nomer frame 2345-89 adalah Fongers dames yang dikirim ke agen Bang Hing Liong di Menado pada 24 Juli 1923. Menado, waduh, apa yang oma dames ini lakukan hingga terdampar di tanah Jawa? Mungkin pembelinya “pindah tugas” ke Jawa, ke pabrik gula di Jawa tengah, lalu berpindah tangan terus dan terus akhirnya menjadi milik saya.


Perhatikan gambar di atas. Sejajar dengan ballpoint adalah keterangan untuk sepeda nomer 89 tipe 45 yang dibuat pada 1923. Sepeda dikirim ke agen Bang Hing Liong, Menado. Perhatikan pula agen di bawahnya, Avis Surabaya, yang sering mengimpor. Di atasnya malah dikirim ke agen di Medan. Sayangnya kolom-kolom yang diberi tanda centhang itu kurang jelas dalam gambar, mungkin itu spesifikasinya semisal jenis remnya apa, kettingkastnya apa, dst. Sungguh pengarsipan yang menakjubkan.
Sejarah ringkas : 23 Juli 1923 dikirim ke agen Bang Hing Liong Menado
— hilang dalam waktu —
Sabtu Wage 7 Maret 2009 tukar tambah Batavus menjadi milik konco sak lawase!
masmet OK said
bagaimana caranya minta data sepeda fongers.
saya juga punya fongers DZ 60
ingin tahu asal usulnya matur nuwun
riyadi_yaya@yahoo.co.id
koncolawas said
Bisa tahu nomer serinya mas? Yah sekalian buat ngobrol2…..
Mengenai pelacakan asal usul silakan kirim email ke achlinja, pak Jos en Ghislaine Rietveld-Veerman di : rietvel3 ed xs4all dot nl. Beliau sangat terbuka dengan informaasi dan ilmu persepedaan….Pembelajaran utk kita semua agar tidak pelit2 bagi ilmu…
salam
masmet OK said
matur nuwun informasinya
mugi ndadosno amal kasaenan panjenengan
konco sejati kuwi yo konco sak lawase
salam taklim
HARY said
mas, mantep fongers…saya kemarin baru dapat sepeda bawah stang pada frame ada ketrikan HD 60, bawah sadel pada frame ada ketrikan nomor 2211- (?)(gak kelihatan)…saya sangsi apakah ini juga fongers?
mohon pencerahan terima kasih
koncolawas said
bawah stang alias diatas bahu….ya fongers…..HD 60….tahun 22….tua mas…dibangun saja pelan2 tapi rajin digenjot cuma mas biar makin enak…