Sepeda Tanpa Keni 22″
Posted by runaway on 01/06/2009

Sepeda ini saya peroleh di salah satu pasar sepeda Yogyakarta tanpa kelengkapan apapun, hanya dalangan (frame), stang, dan spatbor. Teronggok begitu saja bersama rangka lainnya. Begitu melihatnya tanpa banyak tawar langsung saya angkut, tukar dengan Rp 135,000.
Yang menarik dari sepeda ini adalah absennya keni atau sambungan antar rangka. Semua mulus seolah dicetak dari pabrik. Saya tidak tahu persis bagaimana mereka membuatnya, konon sambungan tetap ada tetapi dibagian dalamnya (internal sock). Tukang las dekat rumah saya bilang ini cuma dilas biasa terus digerinda. Hmm…mana yang benar entahlah.
Bagian-bagian lain ternyata juga berbeda dengan umumnya sepeda heren, semisal supitan garpu belakang yang menghubungkan as tengah-as belakang bentuknya rata dalamnya tidak pipih, supitan bawah sadel-as belakang kecil tidak disambung skrup, jarak as tengah-belakang pendek, dan bobot keseluruhan yang sangat ringan. Dengan ciri tersebut dugaan saya ini adalah sejenis sepeda balap.




Saya tidak berencana membuat rapi sepeda ini, cukup untuk nyaman dipakai keliling saja. Mula mula saya beli sepasang velg yang sudah rontok chrome-nya lubang 32 dan 40, lalu ban dalam, ban luar, ruji set, crank plate gigi 48, sprocket 22 gigi, rantai SP104 Jerman NOS, coaster hub NOS Velosteel asli Cekoslovakia, gotri Marabu, as tengah set, stang tinggi, dan bel putar. Menyusul adalah asesoris pompa tangan dan kunci model “pistol” dari Gold Deer.
Setelah dirakit lalu kayuh…wah ringan sekali. Paduan gigi 48-22 dan body yang ringan membuat sepeda ini sangat ringan dan enak untuk bermanuver. Tentu saja belum sampai tahap “empuk”, suatu kondisi yang hanya bisa diperoleh karena gotri yang “mapan” setelah dikayuh dan dibebani dalam jangka lama. Tapi, tetap saja, enak dikayuh.
Kenyamanan memang tidak harus dari barang yang bermerk. Sepeda tanpa identitas dan serba gado gado ini sudah membuktikannya.